Mungkin Ini Adalah Jalan Tuhan

‌Keinginan saya untuk mau menikah saya bawakan dalam doa kepada Tuhan Yesus. Saya juga minta bantuan doa dari orang lain.

Kami (saya 46 tahun dan istri saya 48 tahun) satu gereja. Istri saya ini pengerja/pengurus di gereja. Saya pernah ditugaskan sebagai pendoa syafaat, worship leader (WL) dan lain-lain di gereja. Pernah satu kali waktu pulang gereja, istri saya (waktu itu masih sebagai teman biasa di gereja, tahun 2017) minta numpang aku untuk antar ke angkot terdekat yang menuju ke rumahnya (aku ke gereja pakai motor). Saya pun antar teman saya ini. Mungkin ini adalah jalan Tuhan agar saya mengenal pasangan saya ini lebih jauh.

Masa pacaran kami gunakan untuk saling mengenal. Tantangan dalam proses menjadi pacar/menjelang pernikahan ada, tapi kami bisa lewati dengan pertolongan Tuhan. ‌Saya dan pacar saya terus berdoa, jawaban Tuhan makin jelas dan kami pun menikah pada Sabtu 8 Desember 2018. Ibadah pemberkatan pernikahan maupun acara resepsi pernikahan kami berjalan dengan baik.

‌Sekarang kami tinggal di Cileungsi.

Beberapa catatan penting yang saya dapat agar perjalanan menuju pernikahan tetap di jalurnya Tuhan:

  1. Berdoa
  2. Puasa (Untuk memastikan bahwa pasangan saya ini dari Tuhan atau bukan)
  3. Baca Firman Tuhan.
  4. Mendengar renungan rohani tentang pernikahan yang sesuai dengan Firman Tuhan.
  5. Minta nasehat dari orang-orang yang dewasa rohani.

Semoga kesaksian aku ini bisa menjadi berkat untuk kita semua. Tuhan Yesus memberkati 🙏🙏

5 Mei 2019

Johannis Litiloly

 

Author: Navina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *