Minggu sore 1 Des 2019, beberapa teman di Debo/Selatan berkumpul… pertemuan diawali dengan merenungkan dan berbagi dari file Janji Tuhan… Ini salah satu renungan tsb.
Yes 42
2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
Keunikan kita adalah: kita bergerak tanpa terdengar, tidak terkenal/populer, lebih low profile, tidak gembar gembor, … menekankan hubungan daripada promosi… tapi justru itu sangat efektif melakukan/menghasilkan transformasi… interaksi kita adalah dua arah, bukan searah, … banyak mendengar… yang didekati adalah buluh yang patah, menghargai semua orang, menerima orang seremuk apapun… Dalam keluarga kita, kita tidak (perlu) ada perasaan dituntut untuk harus menjadi seperti orang lain, tidak jaim, tidak perlu terlihat ceria, …
Dengan menolong orang lain, kita sendiri tidak pudar, … memang kita sendiri tidak sempurna, punya kelemahan tapi tidak pudar…
Bangsa-bangsa/segala pulau mengharapkan.. Di tengah begitu banyak ajaran, orang menantikan ajaran atau hal kecil yang kita biasa lakukan… sesuatu yang diharapkan…
/adgun

Kehadiran rekan-rekan dimanapun, adalah seperti senyap, tetapi ruar biasa… selamat memulai pekan baru, selamat beraktivitas, selamat melayani…