Berikut ini adalah kesaksian para peserta NavLead dari Reg3 usai LeadClass bulan lalu di Bandung.
Ket. Foto: Atas – Om Rudi, Tante Kartin, Trisna, Om Aan, Tante Siwi, Yemima, Priska, Kris, Hosea; Bawah – David, Ricardo
a. David
Saya bersyukur mempunyai kesempatan untuk belajar selama 2 tahun di Navlead. Semakin menikmati hubungan pribadi dengan Allah. Belajar selalu melibatkan Allah dalam setiap aspek kehidupan dan keputusan-keputusan. Bersyukur bisa mengenal teman-teman 1 batch yang sama-sama berjuang di lading masing-masing yang membuat saya merasa semangat karena pekerjaan memberitakan kabar baik ini terus dilakukan dimana-mana.
b. Ricardo
Syalom. Berkat yang saya nikmati selama acara navlead di bandung, banyak sharing dan saling menguatkan antara tema2 navlead. Bersyukur dengan setiap sesi yang dipersiapkan, ha itu untuk meneguhkan hati mau dan tetap setia dilatih melayani Allah lewat kampus Undip. Ibrani 10:36 (TB) “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” Ayat ini menguatkan untuk tetap tekun dan disiplin dilatih menjadi pekerja Kristus yng setia. Terimakasih 🙏🏻
c. Yemima
Bersyukur untuk keputusan tetap lanjut di tahun kedua. Bukan hal yang mudah untuk membagikan hal ini kepada keluarga khususnya, tapi satu kerinduan saya. Saya diperlengkapi hingga tuntas (2 tahun). Menikmati dengan Allah yang terus setia mengejar hati saya, hati Allah adalah tentang orang-orang. Janji-Nya di Ibrani 11:6 “…Ia memberi upah bagi orang-orang yang setia dan sungguh-sungguh mencari Dia” 🙏🏻
d. Priska
Yakobus 1:3-4 “Sebab kamu tau, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan sesuatu apapun.” Berkat yang saya dapat adalah ketekunan bisa di dapat dari kesulitan ujian maupun penderitaan hidup. Sewaktu mengalami cobaan, hal lain yang jauh lebih penting daripada penderitaan, yaitu kesetiaan kita kepada Allah. Tanggapan kita sewaktu menghadapi cobaan menunjukkan apakah kita menganggap Allah sebagai pusat dalam kehidupan kita atau tidak? Apa pun masalahnya, teladan Ayub mengingatkan saya akan kesetiaannya kepada Tuhan. Ayub tidak tahu mengapa ia tiba-tiba ditimpa banyak cobaan, tapi ia tidak pernah patah semangat. Mengapa ia bisa bertekun? Alasan utamanya adalah karena ia mengasihi Allah dan tidak ingin menyakiti hati Allah. Ayub ingin menyenangkan Allah pada saat senang maupun susah. Ayub juga bisa bertekun karena Allah memberi tahu dia hal-hal menakjubkan yang Ia ciptakan. Hasilnya, Ayub bisa memahami bahwa Allah itu mahakuasa, dan ia semakin yakin bahwa Allah akan mengakhiri cobaannya pada saat yang tepat. Dan, itulah yang terjadi. Allah pun mengubah keadaan Ayub dan sebagai tambahan Allah memberikan semua yang pernah dimiliki Ayub, dalam jumlah dua kali lipat. Ayub hidup sampai tua, dan ia puas dengan hari-harinya. Ketika flashback 1tahun mengikuti navlead banyak hal yang sudah terjadi. Disitulah sebenarnya ketekunan saya diuji. Namun satu hal yang menolong saya tetap bertahan adalah tetap mengucap syukur dengan setiap kesempatan yang Tuhan beri buat saya belajar banyak hal. Mengesampingkan keinginan daging dan terus memandang Allah. Karena ketekunan menyempurnakan kelangsungan hidup saya di masa depan. Dan janji Allah akan digenapi dengan sempurna pada waktu yang tepat.
Remender saya adalah harus bertekun sampai akhir, bukan untuk beberapa waktu saja.
Tantangan: Regenerasi. Penerapan: Tetap fokus mengontak dan menolong teman-teman kampus. Mulai disiplin lagi menuliskan kebaikan Tuhan untuk memudahkan saya mengingat kebaikan-Nya sehingga bisa menceritakan/membagikan kepada orang lain.
e. Trisna
f. Kris
Memperoleh pembelajaran yang sangat berarti, mulai dari belajar mengenal Kristus lebih lagi hingga belajar menjadi serupa dengan Kristus. Ikut dalam program NavLead sangat menolong saya dalam hal membangun hubungan dengan Allah lebih dekat lagi dan juga memperlengkapi saya dalam menjalankan Amanat Agung yang diberikan. Selain itu sangat tertolong dengan bertemu, berinteraksi, dan berbagi pengalaman antar teman-teman se-visi sehingga hal ini juga bisa membantu dan menguatkan dalam menghadapi pergumulan-pergumulan.
