Kel Dimos-Tasha pindah ke Depok/rumah di GDA per awal Juli 2019. Pada hari Minggu, 25 Agustus, teman-teman komunitas Depok-Bogor (Debo) – wilayah Selatan Jabodetabek, hadir ke rumah GDA tsb untuk menikmati waktu bersama, berbagi kisah perpindahan dan komunitas.
Om Gun memberi pengantar sambutan, tuan rumah membagi kisah perpindahan dan dinamikanya, teman-teman memberi sambutan-sambutan yang lucu-lucu. 🙂
Berikut ini beberapa pelajaran yang sempat dicatat:
- Di mana kita berada, akan ada sesuatu yang Tuhan lakukan melalui kehadiran kita. Akan ada orang yang bersyukur dan berterima kasih akan kehadiran kita, bahkan meski kita mungkin tidak mengenal mereka.
- Setiap perpindahan pasti ada sisi keluar dari zona nyaman. Dalam hidup itu, jangan cari/berorientasi pada kenyamanan.
- Harus berani melangkah kalau memang yakin. Ketika kita melangkah, mungkin ada hal-hal yang belum jelas, tetapi kemudian kita akan tahu dan mengalami penyertaan-Nya, hal-hal baru yang baik yang Tuhan berikan (ketika sudah melangkah). Nanti ya nanti, tidak bisa semua dipikirkan sekarang.
- Kalau Tuhan memanggil, ingin kita melakukan sesuatu, jalani saja. Tuhan akan mencukupkan dan menjawab/membuka. Tuhan menyediakan, ketika Dia mengutus.
- Keyakinan “tinggal di antara” dalam hal pelayanan. Sifat pelayanan kita adalah interaksi/hubungan, bukan kata-kata yang bisa remote.
- Hidup kita adalah perjalanan. Ini belum akhir. Banyak hal sudah dialami, tetapi akan ada lagi banyak hal akan dialami.
- Komunitas dan tetangga bisa membantu membuat semua proses/pihak menjadi lebih mudah. Let’s be more connected, mari bersahabat. Inilah social security kita. Inilah kampung halaman kita. Eklesia akan makin bersinar dan menular ke sekitar.
- Kita semua adalah anggota, kita punya peran masing-masing, saling mendukung, saling melengkapi… Tidak lagi dibatasi entitas-entitas, tetapi ada kolaborasi yang mulus di antara semua bagian sesuai karunia dan kapasitas masing-masing.
- Mari kita berbahagia. 🙂
